Inferiority Complex

image
Source : playbuzz.com

Kata inferior gue kenal pertama kali waktu gue SMA, dipelajaran Ekonomi. Istilah ‘barang inferior’, yaitu barang yang permintaanya akan menurun jika pendapatan masyarakat meningkat. Contoh umumnya adalah produk-produk kebutuhan sehari-hari yang harganya murah. Misal beras kualitas rendah, saat masyarakat pendapatannya rendah maka mereka akan mengkonsumsinya, namun saat pendapatan masyarakat meningkat permintaanya akan menurun. Huuuffff kok jadi kuliah ekonomi. Hahaha.

Pendek cerita, gue mengenal istilah ‘inferiority complex’ dari tontonan Korea yang sering gue tonton. Biasanya istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan, bagian yang tidak disukai oleh seseorang pada dirinya, yang membuat mereka gk PD.

Misalnya hidung yang pesek, kuping yang caplang, rahang yang maku, dll dll. Dalam translate Bahasa Korea – Bahasa Inggris yang disediakan subber Kshow, inferiority complex dikaitkan dengan hal-hal tsb.

Terus, sebenernya inferiority complex ini apa sih? Here’s what google answered me :

image
Source : google.com

Ngerti maksudnya? Gk ngerti? Sama! Hahahaha. Ribet yaaa artian dari google-nya hihi. Tapi kalo kita search keyword ‘inferioty complex’, banyak tulisan lain yang muncul, dan salah satu yang bisa gue pahami dengan mudah adalah tulisan ini : Inferiorty Complex – by uncommonhelp

Dalam artikel yang ditulis uncommonhelp, dijelaskan bahwa, inferiority complex is a general feeling of not being ‘up to the mark’ – perasaan yang muncul karena merasa tidak memenuhi suatu standard.

Inferiority complex ini berawal dari kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Sehingga menyebabkan kita merasa tidak sebaik orang lain (berdasarkan standard subjektif yang kita buat sendiri, maupun yang sudah melekat dalam lingkungan sosial).

Gue pribadi mengidap inferiority complex sejak remaja. Gue gk PD dengan tampilan fisik gue, gue jerawatan, berkacamata dan gendut (sangat jauh dari standard normal perempuan pada umumnya).  Sehingga, gue selalu menghindari percakapan yang membahas penampilan. Karena gue tau, gue gk bisa mengatasinya, kalau gue sampe terlibat dalam pembahasan tsb. Gue gk mau sampe kelemahan gue dibahas, dan gue tersakiti. Hohoho.

As am growing older, my complex’s growing. Dari sekedar penampilan fisik, sekarang gue gk PD sama pekerjaan gue. Karena gue hanyalah pegawai swasta di kantor tidak terkenal yang gajinya tidak seberapa (dimana tidak memenuhi standard minimal masyarakat yang patokannya PNS/Pegawai Bank Terkemuka). That’s why I dont like to go to reunion. Karena gue gk suka denger pertanyaan ‘kerja dimana?’.

Gue penghindar resiko banget yaa hehehe. Susah bagi gue untuk lepas dari belenggu inferiority complex. Tapi gue nemu 1 cara paling ampuh untuk mengatasinya, yaitu banyak BERSYUKUR. Gue pun masih dalam proses untuk selalu mensyukuri apapun yang terjadi dihidup gue. Semoga gue istiqomah yah hihihi.

Apakah kalian juga punya masalah inferiority complex? Mungkin kalian mau share tips dan tricknya 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s